SABANGINFO.COM, BANDA ACEH — Persoalan rumah tangga yang meliputi hubungan suami istri, pola pengasuhan anak, hingga dinamika keluarga menjadi persoalan yang dikeluhkan pasien pada layanan konsultasi keluarga dan pengobatan gratis yang digelar Mobil Klinik FDPeduli, Minggu (14/6) di Masjid Al Badar, Gampong Kota Baru, Kuta Alam, Banda Aceh.
Kegiatan yang menjadi bagian dari program pelayanan kesehatan gratis rutin usai salat Shubuh bersama Jamaah Shubuh BBC tersebut, menghadirkan pakar di bidang Hukum Islam dan Hukum Keluarga, Dr. Agustin Hanafi, Lc, MA akademisi senior yang juga Ketua Program Studi Hukum Keluarga pada Fakultas Syariah dan Hukum serta Pascasarjana Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Dr Agustin yang juga didampingi istri Hayail Umroh, M.Psi menyebutkan pasien konsultasi dengan banyak persoalan keluarga seperti, suami tidak peduli terhadap istri dan anak karena usia pernikahan terpaut jauh, istri jauh lebih tua dari suami, istri ingin mengguat suami, menantu ingin menguasai harta dan menekan istri agar menjauhi ibunya. Hari raya tidak datang ke rumah ibunya, suami dan anak stress karena tidak punya daya saing dan rapuh di bawah tekanan istri yang usianya lebih tua.
“Masalah suami istri, warisan, dan gangguan psikologis. Pernikahan beda usia di mana istri lebih tua dari suami ingin mengugat suami. Suami dan anak stress karena tidak punya daya saing dan rapuh,” kata Agustin.
Selain itu, Agustin mengatakan, masalah konsultasi yang paling banyak disampaikan warga berkisar pada relasi suami istri, komunikasi dalam rumah tangga, hak dan kewajiban pasangan, hingga persoalan pendidikan dan pembinaan anak di tengah tantangan kehidupan modern.
Ketua FDP dr Nurkalis, mengatakan, layanan konsultasi keluarga sengaja dihadirkan pada sesi pengobatan gratis kali ini karena menjadi salah satu bagian penting dalam program Mobil Klinik FDP Peduli
“Prsoalan kesehatan masyarakat tidak selalu berkaitan dengan kondisi fisik semata, tetapi juga erat berhubungan dengan ketahanan keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial, untuk itu layanan konsultasi keluarga akan kita hadirkan terus di Mobil Klinik FDPeduli,” ujarnya.
Selain itu kata Nurkhalis kehadiran layanan konsultasi keluarga dalam agenda ini menunjukkan bahwa dakwah sosial tidak hanya berbicara tentang bantuan kesehatan, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan mendasar yang dihadapi keluarga Muslim saat ini.
“Melalui program seperti ini, masyarakat diharapkan memperoleh akses lebih luas terhadap edukasi keluarga yang sehat, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai syariat Islam, sehingga mampu membangun rumah tangga yang kokoh di tengah berbagai tantangan zaman,” katanya.
Program Pengobatan Gratis FDPeduli diselenggarakan bersama komunitas Jamaah Shubuh BBC sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat berbasis layanan masjid
Sejumlah jamaah shubuh menyarankan untuk konsultasi keluarga dapat terpisah mengingat beberapa hal privasi pasien saat konsultasi di lokasi.
“Mudah-mudahan ke depan bisa ada tempat khusus karena banyak hal sifatnya privasi tidak bisa disampaikan di ruang public bercampur dengan pengobatan gratis lainnya. Kami berterima kasih atas layanan ini semoga terus ada,” ujar seorang pasien konsultasi keluarga yang namanya minta tidak disebut.
724 Pasien Periksa Gratis
Sejak April hingga pekan pertama Juni 2026, jumlah pasien berobat di Mobil Klinik FDPeduli berjumlah 724 pasien yang tersebar pada sejumlah dokter spesialis yang hadir pada layanan tersebut.
Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama dengan sejumlah organisasi profesi kedokteran, di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia), PDPI (Spesialis Paru) PERDOSNI (spesialis saraf). []
