GEN - A Peringati World No Tobacco Day 2026, Dorong Generasi Bebas Nikotin dan Tembakau




Laporan Amelia | Banda Aceh

SABANGINGO.COM, BANDA ACEH – Dalam rangka memperingati World No Tobacco Day (WNTD) 2026, Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menyelenggarakan webinar internasional bertema “Behind the Smoke, Beyond the Addiction: Unmasking Nicotine Appeal and Empowering a Tobacco-Free Generation” secara daring pada Minggu (7/6). 

Kegiatan yang diikuti oleh 49 peserta dari berbagai latar belakang ini menghadirkan para pakar kesehatan dan tokoh muda untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya produk tembakau dan nikotin terhadap generasi muda.


Webinar ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai dampak penggunaan rokok konvensional maupun rokok elektronik, mengungkap strategi pemasaran industri nikotin yang menyasar anak muda, serta mendorong partisipasi generasi muda dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari ketergantungan tembakau.


Menghadirkan Health Specialist UNICEF Indonesia, Dr. dr. Artha Camellia, MHA., MPH, sesi pertama berfokus pada berbagai strategi industri nikotin dalam menarik perhatian generasi muda. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa kemasan yang berwarna-warni dan mengikuti tren, berbagai varian rasa yang menutupi sensasi keras nikotin, pemasaran melalui media sosial dan influencer, serta tekanan dari lingkungan sebaya yang diperkuat oleh iklan membuat produk nikotin tampak menarik dan “keren” di mata remaja.


“Melindungi anak-anak dari paparan nikotin merupakan tanggung jawab bersama. Bersama-sama, kita dapat mengungkap daya tarik tersembunyi industri nikotin dan melindungi generasi masa depan,” ujar dr. Artha.


Sesi berikutnya menghadirkan dr. Imam Maulana bersama Najwa Aqila, S.Kep yang memperkenalkan EKSIS (Engklek Edukasi Sehat dan Islami), sebuah inovasi edukasi kesehatan berbasis permainan tradisional yang bertujuan menanamkan perilaku hidup sehat sejak usia dini.


“EKSIS lahir dari keyakinan bahwa pencegahan merokok perlu dimulai sejak dini dan disampaikan dengan cara yang sesuai dengan dunia anak. Jika bermain adalah bahasa anak-anak, maka pendidikan kesehatan harus hadir melalui bahasa tersebut. Melalui EKSIS, kami mencoba mengubah permainan tradisional menjadi pengalaman belajar yang membantu anak memahami, merasakan, dan memilih perilaku hidup sehat,” jelas dr. Imam Maulana.


Pada sesi ketiga, dr. Subhan Rio Pamungkas, Sp.KJ(K), dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala sekaligus psikiater di RSUDZA dan Rumah Sakit Jiwa Aceh, membahas dampak penggunaan rokok elektronik terhadap kesehatan mental remaja. 


Ia menjelaskan bahwa penggunaan vape pada usia muda dapat meningkatkan risiko gangguan internalisasi seperti kecemasan dan depresi, gangguan eksternalisasi, disfungsi fungsi eksekutif dan impulsivitas, hingga menjadi pintu masuk terhadap penggunaan zat adiktif lainnya serta gangguan psikiatri yang lebih berat.


Sementara itu, Dr. dr. Mulkan Azhary, M.Sc., Sp.P dari Rumah Sakit Pendidikan Universitas Syiah Kuala menegaskan bahwa rokok elektronik bukanlah produk yang bebas risiko. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektronik dapat memberikan dampak terhadap sistem kekebalan tubuh dan kesehatan saluran pernapasan.


“Rokok elektronik bukanlah produk yang bebas risiko, ia mengandung nikotin, propilen glicol, glycerin, dan perisa. Berbagai penelitian menunjukkan bawa rokok elektrik (E-cigarette/Vape)  berdampak buruk terhadap sistem kekebalan tubuh dan kesehatan saluran pernapasan. Perlu ditekankan bahwa mengurangi paparan nikotin dapat mendukung kesehatan jangka panjang,” jelas dr. Mulkan.


Selain menghadirkan para pakar, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi generasi muda melalui sesi Youth Voice and Perspectives yang menghadirkan Ziani Inayah Adinadia, B.S.N., RN selaku Asia Muslim Ambassador 2024, dr. Novera Mawaddah Khairani sebagai Duta Pemuda Indonesia 2026 Provinsi Riau, serta Mhd. Hafiz Daniel selaku General Coordinator Youth Action on Tactical Transformation (YATTA).


 Kehadiran para tokoh muda tersebut memperkuat pentingnya peran generasi muda dalam membangun budaya hidup sehat dan mendukung upaya pengendalian tembakau.


Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tembakau masih menjadi salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah di dunia. Paparan nikotin pada usia remaja diketahui dapat mengganggu perkembangan otak, meningkatkan risiko kecanduan, serta berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan mental. Selain itu, limbah puntung rokok dan produk vape juga memberikan dampak terhadap lingkungan melalui pencemaran tanah dan air. 

Oleh karena itu, pengendalian tembakau menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan.


Para peserta memberikan kesan positif terhadap pelaksanaan webinar ini. Amira (18 tahun), salah satu peserta, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai strategi pemasaran industri rokok elektronik yang menyasar generasi muda.


“Rokok itu tidak aman. Saya kaget kalau ternyata kami menjadi target pasar produsen rokok elektrik dengan packaging yang sangat Gen Z, berwarna-warni, dan liquid berbagai rasa, mulai dari rasa buah-buahan hingga creamy taro, yang memang disukai oleh anak muda,” tuturnya.


“Webinar ini merupakan bentuk komitmen GEN-A dalam mendukung upaya pengendalian tembakau melalui pendekatan edukatif dan partisipasi bermakna generasi muda. Kami berharap kolaborasi antara tenaga kesehatan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat dan bebas dari ketergantungan nikotin,” jelas Ns. Akrima Sabila, S.Kep, Ketua Panitia World No Tobacco Day 2026 GEN-A.


Imam Maulana selaku Direktur Eksekutif GEN-A menegaskan bahwa generasi muda harus menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian tembakau.

“Sebagai organisasi yang dipimpin oleh anak muda, GEN-A meyakini bahwa generasi muda tidak hanya dipandang sebagai penerima edukasi kesehatan, tetapi juga sebagai mitra aktif dan agen perubahan. Anak muda memahami realitas pengaruh teman sebaya, tren media sosial, serta tantangan yang dihadapi oleh generasinya. 


Oleh karena itu, partisipasi yang bermakna dari generasi muda sangat penting dalam menciptakan upaya pencegahan tembakau yang efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Melalui peringatan World No Tobacco Day 2026, GEN-A berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam promosi kesehatan dan advokasi pengendalian tembakau sehingga dapat terwujud generasi Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan bebas dari ketergantungan nikotin.[]