Hari Kesiapsiagaan Bencana, GEN -A Gelar Pelatihan First Aid untuk Anak Panti



SABANGINFO.COM, BANDA ACEH — Sebanyak 24 anak di Panti Asuhan Bumi Moro, Banda Aceh, mengikuti pelatihan pertolongan pertama (first aid) yang digelar subunit Supportive Aid Facilitator for Emergency (SAFE) dari Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), Minggu (26/4/2026).


Kegiatan berlangsung pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Pelatihan dikemas secara interaktif melalui sesi edukasi, diskusi kelompok, serta praktik langsung keterampilan dasar pertolongan pertama.


Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan mengenai penanganan awal pada kondisi darurat yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti mimisan, luka bakar ringan, lecet, perdarahan, pingsan, keseleo, hingga patah tulang.


Ketua SAFE, dr. M. Fatih Ramadhan, mengatakan pelatihan ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya tindakan cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.


“Kami berharap anak-anak mampu memberikan pertolongan pertama pada kejadian yang sering terjadi. Dengan penanganan awal yang tepat, risiko kondisi korban menjadi lebih parah dapat diminimalkan sambil menunggu bantuan medis lanjutan,” ujarnya.


Selain menerima materi, peserta juga mempraktikkan sejumlah keterampilan dasar, seperti menghentikan mimisan, membersihkan luka ringan, hingga membantu teman yang pingsan.


Salah seorang peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena menambah keberanian untuk menolong sesama.


“Sekarang saya sudah bisa menolong kawan. Kalau nanti terjadi sesuatu, saya sudah berani membantu,” katanya.


Pimpinan Panti Asuhan Bumi Moro, Ibu Juli, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi anak-anak.


“Semoga anak-anak mendapatkan pelajaran yang berharga dan semakin berani membantu teman-temannya,” ucapnya.


Melalui kegiatan ini, SAFE berharap anak-anak panti asuhan memiliki bekal pengetahuan dasar pertolongan pertama, meningkat rasa percaya diri, serta mampu saling membantu ketika menghadapi keadaan darurat.


Kegiatan ini juga menjadi bentuk keterlibatan generasi muda Aceh dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, kepedulian sosial, dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.[]