Oleh : Muammar,S.Pd.,M.Pd
Penulis adalah Ketua SILA Aceh dan Pemerhati Sejarah Islam Aceh
SABANGINFO.COM, Menurut Sumber Aceh Seorang Pangeran dari Persia keturunan Dinasti Sasanid turunan Achemenid yang bernama Pangeran Salman Syahiran telah berangkat dari Teluk Persia berlayar ke lautan. Kapal itu kemudian singgah di Sebuah negeri yang bernama Jeumpa.
Negeri Itu indah dan menawan dan menarik hati Pangeran Salman sehingga memutuskan singgah. Rombongan Pangeran Salman disambut oleh Raja Wilayah Jeumpa bergelar Paduka Maharaja Meurah Jeumpa.
"Terkesan dengan sikap baik bijaksana dan keilmuan Pangeran Salman. Meurah Jeumpa kemudian menikahkan putrinya yang bernama Putroe Mayang Seuleudang dengan Pangeran Salman. Dari pernikahan ini lahirlah Syahir Nuwi, Syahir Tanwi, Syahir Poli, Syahir Duli dan Makhdum Tansyuri" demikian Menurut Muammar Al Farisi yang juga ketua SILA
Pangeran Salman memohon Izin pergi ke negeri Peurelak. Yang disetujui Meurah Jeumpa. Setelah Sampai di Peurelak Meurah Peurelak menerima Kedatangan Pangeran Salman Syahiran dengan megah. Beberapa tahun Pangeran Salman tinggal di Peurelak Paduka Maharaja Meurah Peurelak wafat.
karena Meurah Peurelak tidak memiliki keturunan Kemudian rakyat bersepakat mengangkat Pangeran Salman sebagai Meurah Peurelak yang baru. Pada suatu masa datang rombongan Ali Muktabar Bin Muhammad Ad Dibaj Bin Jakfar Sadiq Bin Muhammad Al Baqir Bin Ali Zainal Abidin Bin Husein Bin Ali Bin Abi Thalib ke Peurelak.
Pangeran Salman Syahiran sangat senang dengan kedatangan Ali Al Muktabar Bin Muhammad Ad Dibaj. Sebagaimana diketahui kalau Muhammad Ad Dibaj adalah anak termuda Ja'far As Shadiq dan dikenal sebagai Ad Dibaj (Tampan).
Sedangkan Pangeran Salman adalah Keturunan Dinasti Sasanid Maharaja Persia. Putri Maharaja Persia terakhir kemudian menikah dengan Husein Bin Ali Bin Abi Thalib artinya Pangeran Salman kerabat dekat dengan Ali Al Muktabar.
Mengenai Muhammad Ad Dibaj yang merasa ditindas Bani Abbasiyah, Muhammad Ad Dibaj kemudian mengadakan perlawanan di Mekkah dan memproklamirkan diri sebagai Khalifah Amirul Mukminin Khalifah Umat Islam melawan Bani Abbasiyah di Baghdad.
Perang ini dimenangkan Bani Abbasiyah dan Muhammad Ad Dibaj ditangkap dan ditahan di Istana Khurasan.
Tampaknya kedatangan Ali Al Muktabar menghindari Sikap represif Bani Abbasiyah. Pangeran Salman merasa senang dengan kedatangan Ali Al Muktabar dan setelah beberapa lama akhirnya Ali Al Muktabar menikah dengan Putri kesayangan Pangerann Salman bernama Putroe Makhdum Tansyuri di Peurelak.
Dari pernikahan ini lahirlah Sayed Abdul Azis atau Dikenal dengan Sultan Sayed Abdul Azis Syah Berdaulat Zilullahi Fil Alam.
Sumber Kitab Idharul Haq Fi Mamlakati Peurelak (Kisah bukti kebenaran Kerajaan Peurelak) menurut beberapa sumber dikarang Oleh Abu Ishak Makarani Al Pasi zaman Sultan Malik As Salih (1270-1296 M). Nama Makran dari Abu Ishak nampaknya merujuk kepada Wilayah Makran di Balochistan yang terletak di pesisir Teluk Persia dan Teluk Oman.
Kitab Idharul Menjelaskan kepemimpinan kerajaan Peurelak di mulai dari Zaman Sultan Sayyid Abdul Azis " Maka pada hijrah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dua ratus dua puluh lima tahun pada hari Selasa naiklah Raja Sultan Marhum Alaidin Sayyid Maulana Abdul Azis Syah Zilullahi Fil Alam dan adalah lama dalam tahta kerajaan dua puluh empat tahun maka iapun matilah iya pada hari Ahad dua hari Muharram pada waktu Dhuhur Intaha Kalam.
Maka Pada Hijrah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dua Ratus empat puluh sembilan maka naiklah Raja Sultan Alaidin Sayyid Maulana Abdurrahim Syah Zilullahi Fil Alam".
Kalau Melihat kitab Idharul Haq maka Sultan Alaidin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah Zilullahi Fil Alam naik tahta pada tahun 225 Hijriyah atau 840 Masehi dan wafat 249 Hijriyah atau 864 Masehi.
Artinya ada waktu 24 tahun Sultan Sultan Alaidin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah naik tahta dan membangun pondasi penyebaran Islam awal yang kemudian menyebar ke seluruh Asia Tenggara.
Ketika Sultan Naik tahta 1 Muharram 225 Hijriyah (840 M) Bandar Peurelak diubah namanya menjadi Bandar Khalifah. Dan Bandar Khalifah kemudian menjadi Ibukota Kerajaan Peurelak.
Penamaan Bandar Khalifah Mungkin merujuk kepada Kakek Sultan Alaidin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah Zilullahi Fil Alam yaitu Muhammad Ad Dibaj yang mengangkat diri jadi Khalifah di Mekkah.
Tahun naik tahtanya Sultan Alaidin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah 840 Masehi bersamaan dengan Zaman Keemasan Khalifah Al Mu'tashim Billah (833-842 M) di Baghdad. Sedangkan di Barat Dinasti Umayyah Andalusia (Spanyol) diperintah oleh Amir Abdurrahman III.
Maka Boleh dikatakan pada tahun 840 M di Dikawasan Timur Tengah berdiri Dinasti Abbasiyah yang menyebarkan Keilmuan Islam. sedangkan d Dinasti Umayyah Andalusia di wilayah Barat menyebarkan Islam. Serta Kerajaan Peurelak menyebarkan Islam Di Wilayah Timur dunia.
"Dalam Hikayat Asal Usul Raja Aceh kisah Penyebaran Islam di Timur dan Barat tercatat dengan Baik. Ini tandai pernyataan Sultan Turki atau Raja Rum Sultan Ahmed 1 (1603-1617 M) ketika mendapatkan Hadiah dari Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M).
Sultan Ahmed mengatakan bahwa pada zaman dahulu ada dua Raja Besar Dunia Raja Sulaiman di Timur dan Iskandar Zulkarnain di Barat pada Zaman Kita maka Raja Rum (Turki ) Penguasa di Negeri Barat dan Raja Aceh penguasa Di Timur.
Sebuah pengakuan nyata dari Peran Penting Raja-Raja di Negeri Aceh ribuan tahun tanpa kenal lelah dan henti dalam penyebaran Islam dan keilmuan Islam di wilayah Timur dunia" Tutup Muammar Al Farisi.[]
