Dampak Jam Layar Gadget Terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa



 Oleh : Kayla Fatien

 Penulis adalah Mahasiswi Fakultas Kedokteran Prodi Psikologi USK Banda Aceh

SABANGINFO.COM, BANDA ACEH Di tengah era digital saat ini, perkembangan teknologi telah memudahkan mahasiswa dalam mengakses informasi, mendukung proses belajar dan berkomunikasi dengan teman. 

Salah satu perangkat yang paling sering digunakan adalah gadget. Walaupun banyak memberikan manfaat, penggunaan gadget yang berlebihan terutama di malam hari dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas tidur dan prestasi belajar mahasiswa. 

Paparan radiasi Cahaya biru dari layar, interaksi dengan media sosiall, bermain game, dan kebiasaan menunda tidur demi aktivitas di gadget dapat mengganggu siklus tidur-bangun, yang menyebabkan tidur tidak nyenyak, waktu tidur berkurang, juga rasa ngantuk dan kelelahan di siang hari. 

Penggunaan gadget yang berlebihan, terutama sebelum tidur, secara luas dianggap memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kualitas tidur. Kebiasaan ini sering dikaitkan dengan penurunan durasi tidur, tidur yang tidak nyenyak, dan keterlambatan waktu mulai tidur.

Layar gadget memancarkan cahaya biru (blue light) yang dapat menghambat produksi melatonin, yaitu hormon yang bertanggung jawab memberikan rasa kantuk dan mengatur siklus tidur. Akibatnya, seseorang yang menggunakan gadget sebelum tidur akan merasa lebih terjaga (waspada) dan sulit untuk tertidur pulas.

Konten di dalam gadget—seperti media sosial, video, atau game—memberikan stimulus kognitif dan emosional yang membuat otak tetap aktif dan menunda keinginan untuk tidur. Cahaya, suara, dan getaran dari notifikasi gadget menghambat kemampuan seseorang untuk tidur dengan tenang di malam hari.

Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, yang berkorelasi langsung dengan kualitas tidur yang buruk pada remaja maupun mahasiswa Tidur yang buruk akibat gadget dapat mengakibatkan kelelahan, penurunan fokus, dan perasaan tidak segar saat bangun tidur.

Tidur yang terganggu akibat gadget juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan lain, seperti computer vision syndrome (mata lelah, kering, merah) dan sakit kepala. Dan juga terganngu Psikologis dan mental seseorang. Kebiasaannya sudah berubah dengan kecanduan mengunakan gadget sebelum tidur dan saat bangun tidur. Bagi anak-anak dan remaja, perilaku ini dapat berdampak pada perkembangan emosional, kecemasan, dan penurunan prestasi akademik.

Kondisi ini berdampak pada kemampuan konsentrasi, daya ingat, dan efektivitas belajar mahasiswa, sehingga secara tidak langsung memengaruhi hasil akademik mereka.  Oleh karena itu, pemahaman mengenai hubungan antara penggunaan gadget, kualitas tidur, dan prestasi belajar menjadi penting untuk menemukan strategi pengelolaan yang tepat, sehingga mahasiswa dapat tetap memanfaatkan teknologi secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan dan prestasi akademik.

Mahasiswa yang menggunakan gadget dalam waktu lama, terutama pada malam hari, cenderung mengalami penurunan kualitas tidur. Tidur yang kurang nyenyak dan durasi yang terbatas membuat mahasiswa sulit mempertahankan konsentrasi, mengingat materi pelajaran, dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Dampak ini juga dirasakan pada penurunan motivasi belajar dan kemampuan memahami materi kuliah, sehingga prestasi akademik menjadi terpengaruh. 

Dengan  ini  pentingnya pengelolaan penggunaan gadget secara bijak, dengan cara menerapkan pola hidup sehat yang mencakup waktu istirahat yang cukup dan batasan penggunaan gadget sebelum tidur. Kesadaran mahasiswa terhadap keseimbangan antara teknologi dan kesehatan menjadi kunci untuk menjaga prestasi akademik dan kualitas hidup yang optimal.[]