Tanggul Jebol di Langkahan , Ribuan Warga Masih Terjebak 2-3 hari : Arus Deras Hambat Evakuasi



SABANGINFO.COM, ACEH UTARA – Banjir bandang hebat melanda kawasan aliran Sungai Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, setelah tanggul Bendungan Langkahan jebol dan menyebabkan air meluap deras ke permukiman penduduk, Jumat (28/11). Banjir yang sudah berlangsung dua hingga tiga hari itu kini memasuki fase kritis.


Wahyu Wahidin (26 tahun) penduduk Cot Girek dan juga anggota Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) melaporkan, air datang sangat cepat dengan arus kuat seperti “gulungan tsunami”, menghanyutkan rumah-rumah warga di Kecamatan Langkahan.


Hingga Jumat malam (28/11/2025) lebih dari 2.000 jiwa terpaksa mengungsi ke Desa Alue Leuhob, Bukit Hagu, Unit 5, dan sejumlah desa sekitar.


*Warga Masih Terjebak di Pohon, Atap Rumah, dan Jembatan*


Dari paparan Wahyu, sejumlah desa yang mengalami dampak paling parah meliputi Bukit Linteung, Rumoh Rayeuk, Langkahan, Tanjung Dalam, Geudumbak, Alue Krak Kayee, dan Tanah Merah dan Desa Sekitar Sungai Langkahan


Wahyu menyampaikan bahwa, banyak warga masih terjebak di atas pohon, atap rumah, dan jembatan selama 2–4 hari karena arus air yang sangat deras menghambat upaya penyelamatan.



“Kami mendapatkan laporan bahwa warga masih ada yang bertahan di pohon dan atap rumah. Arus terlalu kuat, tim belum bisa masuk maksimal,” ujar Wahyu melaporkan dari Cot Girek, Aceh Utara.


*Fasilitas dan Tenaga Medis Terbatas, Ibu Hamil dan Lansia Minim Penanganan*


Kondisi kesehatan para korban sangat memprihatinkan. Sejumlah lansia, ibu hamil, bayi, dan anak-anak berada dalam kondisi lemah. Sementara tenaga kesehatan sangat terbatas, hanya bidan dan nakes kampung yang memberikan pertolongan darurat dengan peralatan seadanya jelas Wahyu dalam paparannya.


“Sudah dua sampai tiga hari mereka tidak dapat bantuan medis yang layak. Kondisi makin mengkhawatirkan,” jelas Wahyu.


*Evakuasi Terkendala Arus Deras*


Evakuasi ke desa-desa terdampak belum dapat dilakukan sepenuhnya karena arus sungai yang masih kencang. Perahu karet yang tersedia sangat terbatas, sedangkan banyak titik terjebak berada di daerah sulit dijangkau.


Listrik padam, akses jalan terputus, dan komunikasi Wahyu dengan Tim GEN-A di Banda Aceh hanya mengandalkan Genset dan Starlink membuat koordinasi semakin sulit.


*Bantuan Mendesak Diperlukan*


Korban di lokasi sangat membutuhkan:

Tenda 

Makanan dan minuman

       •   Obat-obatan, tenaga medis, dan alat kesehatan darurat

Air bersih dan Pakaian layak pakai, selimut 

Bahan bakar untuk genset dan penerangan darurat


Wahyu juga berharap agar pihak berwenang yang memiliki akses ke BNPB, Basarnas, Kemensos, Kemenkes, TNI/Polri, PMI, dan lembaga kemanusiaan lainnya segera melakukan mobilisasi bantuan.


“Situasinya sangat genting. Kami mohon bantuan segera sebelum makin banyak korban yang kehabisan tenaga,” ujar Wahyu, Tim GEN-A yang melaporkan dari Cot Girek.[]


Sumber: 0823‑6834‑6655 (Wahyu Wahidin)