SABANGINFO.COM, Pidie Jaya — Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Pidie Jaya sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di Kecamatan Meureudu, sehingga berdampak pada ratusan warga. Hingga kini, Meureudu ditetapkan sebagai lokasi tanggap darurat, dengan sebagian warga terpaksa mengungsi demi menghindari potensi banjir susulan. Mereudu, Jum'at ( 28/11/2025).
Selain itu, masih terdapat masyarakat yang belum dapat dievakuasi, dan dilaporkan 5 korban meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya masih dalam pencarian.
Berdasarkan asesmen cepat LKC Dompet Dhuafa Aceh, tercatat:
Jumlah KK terdampak: 246 KK
Jumlah KK mengungsi: 62 KK
Total jiwa terdampak: 207 jiwa
Rincian kelompok rentan:
Dewasa laki-laki: 89 jiwa
Dewasa perempuan: 96 jiwa
Lansia laki-laki: 17 jiwa
Lansia perempuan: 26 jiwa
Disabilitas laki-laki: 1 jiwa
Disabilitas perempuan: 3 jiwa
Anak-anak laki-laki: 25 jiwa
Anak-anak perempuan: 18 jiwa
Ibu hamil: 3 jiwa
Sebagai bentuk respon cepat, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh langsung membuka layanan kesehatan dasar di lokasi banjir. Tim melakukan skrining awal, terutama kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, anak-anak, dan penyintas disabilitas.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tim menemukan beberapa kondisi yang memerlukan perhatian khusus, antara lain:
Ibu hamil dengan anemia yang membutuhkan pemantauan lanjutan
Ibu hamil yang belum mendapat suplemen vitamin akibat akses kesehatan terganggu
Ibu hamil dengan HPL dekat yang membutuhkan rujukan dan kesiapsiagaan persalinan
Warga yang mengalami gatal-gatal, demam, sesak, dan keluhan medis lainnya
Selain melakukan pemeriksaan tensi, tim LKC juga memberikan edukasi kesehatan, pemantauan kehamilan, serta merencanakan distribusi vitamin dan dukungan lanjutan untuk menjaga kesehatan para penyintas.
“LKC memberi perhatian khusus kepada ibu hamil, lansia, anak-anak, dan penyintas disabilitas. Situasi banjir sering memperburuk kondisi kesehatan mereka, sehingga intervensi cepat sangat dibutuhkan,” ujar Fuadi Staf RDK LKC Dompet Dhuafa Aceh.
Hingga saat ini, koordinasi terus dilakukan bersama BPBD, aparat desa, Puskesmas, dan relawan setempat untuk memastikan penanganan darurat berjalan efektif serta layanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat terdampak.
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Aceh mengajak masyarakat untuk turut membantu pemulihan warga terdampak banjir di Meureudu, sehingga upaya penyelamatan dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan menyeluruh.[]
