GEN - A Edukasi Gizi Anak dan Kesehatan Reproduksi Remaja di Posyandu Gampong Rukoh



SABANGINFO.COM, BANDA ACEH — Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) menyelenggarakan edukasi kesehatan bagi anak, remaja, dan keluarga di Posyandu Gampong Rukoh pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi kesehatan berbasis masyarakat dengan mengangkat isu gizi anak, kesehatan reproduksi remaja, pencegahan merokok, serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Puskesmas Kopelma dan GEN-A guna meningkatkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) luar gedung.


Sekitar 30 peserta yang terdiri atas ibu dan anak, kader remaja, petugas posyandu, serta masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan yang difasilitasi oleh tim GEN-A bersama kader dan petugas Posyandu Gampong Rukoh. Edukasi disampaikan oleh Ns. Ela Fadilla, S.Kep., Ade Rahmad Ilham, dan Sitty Almatunira melalui pendekatan partisipatif yang mendorong peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman.


Materi yang disampaikan mencakup pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada anak sebagai fondasi pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, kesehatan reproduksi remaja, bahaya rokok aktif dan paparan asap rokok, serta pencegahan penyalahgunaan NAPZA. Peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, memahami perubahan pada masa pubertas, serta membangun perilaku hidup sehat sejak dini.


Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, kegiatan dipadukan dengan sesi diskusi interaktif serta permainan Engklek Edukasi Sehat dan Islami (EKSIS) yang dirancang sebagai media belajar sambil bermain bagi anak-anak. Melalui pendekatan tersebut, pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan secara lebih menyenangkan dan mudah dipahami.


Ketua pelaksana kegiatan, Sitty Almatunira, mengatakan bahwa edukasi kesehatan di tingkat komunitas merupakan langkah penting dalam membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari keluarga.


"Promosi kesehatan tidak cukup dilakukan sekali. Edukasi perlu hadir secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki pengetahuan yang benar dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui posyandu, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang dekat, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.


Direktur Eksekutif GEN-A, Imam Maulana, menegaskan bahwa Posyandu merupakan ruang strategis untuk memperkuat upaya promotif dan preventif melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan remaja.


"Investasi terbaik dalam kesehatan dimulai dari edukasi. Ketika orang tua memiliki pengetahuan tentang gizi anak, remaja memahami kesehatan reproduksi, serta memiliki kesadaran untuk menjauhi rokok dan NAPZA, maka kita sedang membangun generasi yang lebih sehat, produktif, dan tangguh. Karena itu, GEN-A akan terus mendorong hadirnya edukasi kesehatan berbasis komunitas yang dekat dengan masyarakat serta melibatkan kader remaja sebagai agen perubahan," ujar Imam.


Selain melibatkan tenaga edukator, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi kader remaja untuk berperan sebagai penyuluh sebaya. Ananda Khusnul Rizki Sulaiman (20) menyampaikan edukasi mengenai bahaya rokok aktif dan paparan asap rokok bagi keluarga, khususnya anak-anak. Qaffa Al Rafisya (16) memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA serta dampak rokok terhadap kesehatan remaja. Sementara itu, Intan Arini (17) mendukung pelayanan posyandu melalui pemeriksaan kesehatan yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan gula darah, serta penyuluhan kesehatan. Ummu Maizeva (19) turut berkontribusi dalam pelaksanaan edukasi dan kampanye perilaku hidup sehat bagi remaja.


Ananda menilai masih banyak remaja yang belum memperoleh informasi kesehatan reproduksi secara benar sehingga edukasi di masyarakat perlu terus diperluas.

"Kesehatan reproduksi, termasuk kesehatan menstruasi, masih sering dianggap sebagai topik yang tabu. Padahal, pemahaman yang benar akan membantu remaja menjaga kesehatan dirinya dan mencegah berbagai masalah kesehatan di kemudian hari," katanya.


Senada dengan itu, Qaffa Al Rafisya menekankan pentingnya membekali remaja dengan informasi yang akurat agar mampu mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.

"Remaja perlu memiliki pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi, bahaya rokok, dan penyalahgunaan NAPZA. Dengan pengetahuan tersebut, mereka dapat melindungi diri sendiri sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya," ujarnya.


Melalui kegiatan ini, GEN-A berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi anak, kesehatan reproduksi remaja, serta penerapan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan kader remaja sebagai edukator sebaya diharapkan mampu memperkuat penyebarluasan informasi kesehatan di tingkat komunitas sehingga upaya promotif dan preventif dapat berjalan secara berkelanjutan.[]