Ekspedisi dan Berziarah Ke Kompleks Makam Pejabat Kerajaan Aceh Abad 16 M di Tungkop



SABANGINFO.COM, ACEH BESAR - Pada era kesultanan Aceh Darussalam wilayah kerajaan Aceh terdiri dari berbagai wilayah khas kesultanan terutama di Aceh besar. Pembagian 3 Sagi terjadi zaman Sultanah Nurul Alam Naqituddin Syah Berdaulat Zilullahi Fil Alam (1675-1677 M).


Kawasan di Aceh besar terdiri dari 3 Sagi yakni Panglima Sagi 22 Mukim  oleh Panglima Polem Muda Perkasa Sirajul Alam, Panglima Sagi 25 Mukim oleh Panglima Seri Setia Ulama. Kemudian wilayah 26 Mukim oleh Panglima Seri Imuem Muda.


Wilayah Sagi 26 mukim terbagi kepada dua Ulebalang yakni Ulebalang 13 Mukim Tungkob dan Ulebalang 13 Mukim Ulee Kareng. Kawasan Keulebalangan Tungkob zaman dahulu adalah kawasan yang makmur dengan perdagangan pada era kesultanan Aceh Darussalam. 


Menurut ketua SILA Muammar Al Farisi :"Dalam ekspedisi situs sejarah ditemukan makam pejabat era kesultanan Aceh Darussalam abad 16 M di kawasan Tungkob. Makam ini nampaknya periode era Sultan Alaidin Riayat Syah Al Kahhar Berdaulat Zilullahi Fil Alam (1539-1571 M). Menarik Melihat kompleks makam ini yang terdiri nisan lelaki pejabat era kesultanan Aceh. Dari penelitian tidak ditemukan nisan wanita di area komplek makam ini". 


Dari bentuk nisan terlihat nisan diperuntukkan untuk pejabat tinggi era kesultanan Aceh Darussalam. Nisan berukir kalimat tauhid dan belum ditemukan Inkripsi yang menuliskan nama. Diperkirakan nisan ini adalah nisan para pejuang Aceh Darussalam yang syahid ketika berjuang melawan penjajahan Portugis di Aceh dan Malaka.


Dalam Peta Belanda tahun 1886 M Belanda menulis tempat bernama Batu. Dari penelitian ditemukan data bahwa informasi masyarakat dulu terdapat Kuta Batee di Kawasan Tungkob. Kawasan Makam yang ditemukan ini jika ditarik garis lurus berjarak ratusan meter dari Kuta Batee. Perlu penelitian lanjutan tentang kawasan sejarah di Tungkob Kecamatan Darussalam Aceh Besar.


Pada Zaman Era Sultan Alaidin Al Kahhar (1539-1571 M) Sultan Alaidin Al Kahhar meletakkan Putranya Pangeran Abangta Meurah Ipah di Tungkob. Sebagaimana di Ketahui bahwa Abangta Meurah Ipah di Tungkob adalah seorang Pangeran yang dikenal kuat yang amat memusuhi Portugis di Malaka. Kawasan Aceh saat hampir semua wilayah memiliki basis melawan Portugis di Malaka.


Temuan Nisan era kerajaan Aceh abad 16 M di Tungkob yang cukup indah. Menunjukkan luasnya sejarah Aceh. Ini menunjukkan masih banyak yang perlu dikaji dari sejarah Aceh sebagai bagian pembelajaran sejarah untuk generasi kini dan yang akan datang.[]