
SABANGINFO.COM, BIREUEN — Forum Dakwah Perbatasan (FDP) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim menggelar kegiatan sunat massal sebagai bentuk kepedulian sosial dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Khitanan massal itu diikuti oleh 69 anak dari berbagai gampong.
Kegiatan tersebut berlangsung Minggu, (15/2) di Fakultas Kedokteran Umuslim, Kompleks Kampus Utama Umuslim, Matangglumpangdua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Fakultas Kedokteran Umuslim bersama Forum Dakwah Perbatasan, dengan dukungan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bireuen serta Forum Dakwah Dokter Indonesia (FDDI). Sebanyak sekitar 69 anak mengikuti sunat massal tersebut, mayoritas berasal dari keluarga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bireuen.
keluarga peserta khitan menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pelaksanaan sunat massal tersebut. Mereka sangat terbantu dengan adanya sunat massal yang diadakan untuk para warga yang terdampak banjir.
Anak-anak peserta berasal dari berbagai desa, antara lain Kucer, Alue Kuta, Punjot, Bugeng, Jangka Alue U, Alue Bayeu Utang, serta Buket Krueng Mate. Seluruh proses tindakan medis dilakukan oleh tim dokter dan tenaga kesehatan secara profesional, dengan memperhatikan standar keselamatan dan kenyamanan anak.
Ketua FDP dr Nurkhalis mengatakan, kegiatan khitan masal masih merupakan rangkaian kegiatan tanggap bencana banjir Aceh pada program Mobil Klinik yang digagas FDP Peduli. Khitanan menjadi kegiatan terakhir menjelang puasa Ramadhan, meski tetap aka nada kegiatan lain di bulan suci dan jelang Idul Fitri nanti.
“Kita bersyukur bisa membersamai warga korban banjir di beberapa titik di Aceh termasuk pada program khitanan ini. FDP juga berterima kasih kepada semua donator yang sejak awal bencana bersama kami membantu warga terdampak,” ujarnya.
Dekan Fakultas Kedokteran Umuslim, dr. Zumirda, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari misi pengabdian kampus kepada masyarakat dan umat.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap para dokter dan juga mahasiswa Fakultas Kedokteran Almuslim dapat bersama-sama menjadi dokter untuk umat. Universitas Almuslim merupakan wakaf dari umat, maka sudah sepatutnya kontribusinya juga kembali untuk kemaslahatan umat,” ujar dr. Zumirda.
Ia menambahkan, kegiatan sosial berbasis kesehatan seperti sunat massal ini diharapkan dapat menumbuhkan kepekaan sosial mahasiswa kedokteran sejak dini, sekaligus memperkuat peran institusi pendidikan sebagai agen kemanusiaan di tengah masyarakat.
Kegiatan sunat massal ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara dunia akademik, organisasi dakwah, dan profesi medis dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berorientasi pada nilai-nilai keumatan, khususnya menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.[]